Volunteer FJS 2015

Ini pertama kali saya jadi Volunteer Festival Jenang Solo. Tapi untuk jadi seorang volunteer ini kali ke dua setelah perhelatan Solo International Performing Art tahun lalu.

Banyak sekali teman baru yang saya jumpai disana (Kebanyakan anak Hukum UNS) dan mereka sudah saling kenal sepertinya. Sedangkan saya berjumpa lagi dengan teman seperjuangan saat di SIPA. Mereka Itok, Erwin, Triana, Rohmat dan Andy. Kami sudah berencana untuk mendaftar sebagai Volunteer FJS jauh hari sebelum oprec Volunteer dimulai.

Event Festival Jenang Solo berbeda sekali dengan SIPA, pendaftaraan Volunteernya juga berbeda. Jika di SIPA ada seleksi yang sangat ketat, tapi di FJS ini tidak sama sekali. Muda mudi Solo yang berkeingginan untuk meninmba ilmu, memperluar relasi dari menjadi Volunteer tidak perlu melewati proses wawancara untuk lolos seleksi. Hanya mengisi CV, mengikuti TM, pembagian Job Desk, dan jadilah dia seorang Volunteer.

Kurang lebih 2 minggu open recuitmen dibuka untuk mendaftar sebagai Volunteer, tidak melalui pamflet, koar-koar di twitter, fb atau lainnya. Info ini sepertinya hanya di ketahui oleh beberapa orang saja yang pernag mengikuti FJS tahun lalu dan menyebar secara viral dari mulut ke mulut.

Seperti contoh saya tau info ini dari Triyana teman Volunteer SIPA saya, ia yang menjadi Volunteer di FJS tahun lalu, karena Februari saya tidak ada kegiatan, saya lantas terima ajakannya, tak lupa saya mengajak teman teman SIPA lainnya.

Selang dua minggu, diadakanlah pertemuan pertama sekaligus perkenalan sesama Volunteer di Omah Sinten (basecamp sekaligus tempat untuk mengadakan briefing). Omah Sinten sendiri adalah Hotel sekaligus Resto yang mengusung suasana khas jawa,tak heran jika banyak ornament khas jawa yang saya temui disana dan letaknya yang ada di kawasan ngarsopuro sekaligus berhadapan dengan Istana Mangkunegaran membuat Omah Sinten ini menjadi tempat singgah yang sangat nyaman dengan suasana kejawaan yang ia hadirkan.
Cuaca yang sedang hujan membuat saya terlambat kala itu, alhasil saya melewati acara perkenalan. Bersama Andy dan temannya bernama Bayu kami duduk di belakang, ruangannya terlihat seperti mini teater menurut saya, lantas saya melihat sekeliling setibanya diruangan itu dan ternyata Erwin dan Rohmat sudah ada di bangku paling depan.

Sembari menikmati teh hangat khas Omah Sinten yang disuguhkn oleh panitia, saya bersama Andy dan Bayu memperhatikan pembicara yang menjelaskan FJS besok, sekali kali beliau juga menjelaskan ulang tentang pemutaran film Acara FJS tahun lalu, semacam memberi gambaran, seperti ini hlo FJS nanti yang bakal kami hadapin.

Dan dari pemutaran film yang kami saksikan bersama, saya membayangkan bakal rame seru dan asik sepertinya, karena terlihat sekali disana banyak pengunjung yang antusias untuk mengikuti event FJS, apalagi saat pembagian jenang secara gratis, nah saat itu, saat itu tidak terlihat asik lagi malahan, tapi terlihat RIOT.

Sepertinya keseruan mendapatkan Jenang gratis yang dibagikan oleh panitia secara “crowded” (Entah disengaja atau tidak) menjadi magnet tersendiri, seperti “greget” nya ada di situ, seperti kalau tangan tidak terkena letupan jenang yang panas tidak seru, seperti Volunteer yang tidak teriak teriak mengamankan barisan tidak seru dan seperti pengunjung yang rela berdunyut dunyut merangsek masuk hanya untuk mendapatkan jenang yang tidak seberapa.

Tapi memang, penulis mengakui saat acara berlangsung memang letak keseruaan dan gregetnya ada di keramaian tersebut. Saya sendiri juga merasakan adrenalin yang terpacu agar semua pengunjung mendapatkan jenang yang mereka ingginkan. Saat keramaian mulai tidak terkendali, keinginan agar semua pengunjung mendapatkan jenang tetap ada. Sangat seru sekali bila anda bisa membayangkannya.

Keseruan yang saya rasakan kala itu seperti mengatur para fotografer di cara SIPA tahun lalu, mesk
ipun susah susah gampang, tapi tidak ada kapoknya untuk mengatur mereka, malah keseruan seperti ini membuat saya ketagihan. Seperti hal nya para fotografer yang susah untuk diatur karena mereka memang gesit untuk mencari sudut pandang yang bagus, para bapak ibu yang berebut jenang juga seperti itu, mereka berebut jenang walaupun jenangnya tak seberepa, kenapa mereka tidak menyerah dan kapok? Karena ada keasikan tersendiri saat bergerilya mencari Jenang, seperti saya saat menghadapi mereka.

Setelah acara penjelasan singkat mengenai FJS besok dan penunjukan Ketua Volunteer, kami digiring ke bawah untuk sesi pemotretan, foto yang diabadikan ini besoknya akan diletakan di ID Card masing masing Volunteer.

Acara pertemuan pertama pun selesai dan diakhiri ramah tamah sesama Volunteer di pelataran Omah Sinten yang tampak teduh setelah diguyur hujan beberapa menit lalu. Tak lupa sebelum para Volunteer pulang
sendiri sendiri foto bersama seluruh Volunteer FJS 2015 dilakukan.
Briefing selanjutnya akan dilakukan besok setelah bersih bersih tempat tuk Event FJS besok

Komentar

  1. Hai kak, aku sangat tertarik sama kegiatan sosial, apalagi jika menjadi seorang volunteer. kalo boleh tau, boleh aku minta kontaknya untuk tanya2 lebih lanjut? terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer