Telah Lahir Generasi Menunduk
Belakangan ini saya mulai risih dengan tingkah orang orang yang saya temui, entah itu di kampus, di jalan, stasiun, rumah makan atau bahkan saat makan bersama dengan teman teman. Mereka sibuk sekali dengan handphonenya, kadang ketawa sendiri, senyum senyum sendiri, sedih sendiri bahkan kadang kadang serius. Ada istilah "handphone mendekatkan yang jauh, menjauhakn yang dekat" hal itu saya alami sendiri, misalnya minggu lalu di rumah makan, saya lihat ada keluarga yang menghabiskan waktu malam minggunya di rumah makan tersebut, tapi anehnya saya tak melihat "kebersamaan" mereka, ibu dan ayah sibuk menunduk melihat lihat notifikasi handphone sedangkan anaknya dibiarkan bermain sendiri. Hal serupa juga saya temui saat mengantar ibu tercinta bekerja, di sepanjang jalan orang yang saya lihat kebanyakan sibuk "menunduk" melihat lihat handphonenya. Tidak satu dua orang saja, tapi banyak, banyak sekali.
Apakah ini yang disebut dengan dunia modern?
Lalu apa jadinya anak cucu kita kelak jika terlahir di generasi menunduk ini?
Bahkan Albert Einstein pernah berkata
" I fear the day that technology will surpass our human interaction. The world will have a generation of idiots"
Lalu tidak idiots gimana, kalau kumpul dengan teman saja kita lebih asik dengan gadget kita sendiri.
Tidak idiots gimana, kalau enggak megang hp saja kita merasa gelisah.
Bahkan kita sampai merasa cemas akut kalau sinyal internet kita tak berjalan lancar.
Sadar tidak sadar semakin kesini hp membuat hidup kita tidak bebas, kita seperti tekontrol oleh hp.
Bangun tidur ngecek hp, marah marah kalau hpnya ga ketemu, di kampus lebih sering merhatiin hp daripada dosennya, pulang ngecek hp, sebelum tidur ngecek hp bahkan boker masih sempet sempetnya ngecek hp. Saat di rumah makan kita mungkin sering menemui orang orang yang mengeluarkan gadget mereka masing masing lalu sibuk sendiri, tidak memperdulikan orang yang ada disekitarnya, padahal mereka berada di satu tempat, satu meja makan pula. Lalu dimana letak modern nya?
Malah saya kira saya sedang melihat banyak sekerumunan orang autis dengan gadgetnya masing masing.
Mungkin faktor ke autisan ini adalah banyak nya informasi simpang siur yang mengalir deras di sekeliling kita tetapi manusia masih saja merasa kehausan
Atau tipikal masyarakat Indonesia yang gampang sekali tersihir modernisasi. Entahlah. Ayo, kita lepas gadget kita, sembunyikan, matikan, keluar temui teman teman kita, bicara bertatap muka secara langsung. Berinteraksi secara asli! Jadi tidak ada lagi istilah "merasa sendiri meski berada di keramaian". Ajak ngobrol teman atau orang lain di sebelah mu, ceritakan kisah mu dan dengarkan kisah mereka pula.
Masih banyak hal yang bermanfaat dapat dilakukan disana. Kalau perlu mari kita agendakan seminar kecil bahaya laten gadget untuk menyelamatkan indonesia dari generasi mernunduk. !
Komentar
Posting Komentar